Di antara desir angin sawah dan bisikan doa yang tak terdengar, seorang anak desa bernama Mei menenun mimpinya dengan benang luka dan harapan. Ayah yang tiba-tiba pergi, ibu yang bertahan dalam sakit, dan cinta yang awalnya asing namun perlahan tumbuh menjadi sandaran.
Ia jatuh, ia rapuh, tapi selalu bangkit meski harus memikul sepi, meski harus menyembunyikan tangis di balik senyum. Di setiap langkahnya, ada bisikan doa yang tak pernah padam; ada cahaya kecil yang tetap menyala, bahkan ketika senja meredup.
Inilah kisah seorang perempuan yang belajar mencintai takdirnya; yang menemukan bahwa kehilangan bukan akhir, melainkan awal untuk menemukan makna. Sebuah cerita yang membisikkan kebenaran sederhana: bahkan dari luka terdalam, pelita bisa lahir dan meski hanya setitik, cahayanya sanggup menuntun hati pulang.
Karena ada jejak yang tak terucapkan, namun selalu terasa…







Ulasan
Belum ada ulasan.