Hani hanya ingin diterima. Hanya ingin dianggap ada. Tapi yang ia dapat hanyalah ejekan dan tatapan penuh kebencian. “Gendut.” “Tidak pantas.” Kata-kata itu terus menghantuinya, menyusup ke dalam hatinya yang rapuh.
Ketika Rully, lelaki yang diam-diam ia kagumi, justru menaruh hati padanya, kebencian teman-temannya semakin menjadi. Mereka menganggapnya penghalang. Mereka ingin dia pergi.
Hani pun berusaha berubah. Diet ketat, obat-obatan berbahaya—apa pun akan ia lakukan agar tidak lagi menjadi bahan olokan. Tapi tak ada yang tahu, langkah kecilnya menuju “kesempurnaan” justru menuntunnya pada kehancuran.
Dan saat semuanya menyadari kesalahan mereka… sudah terlambat.
Sebuah kisah tentang perundungan, tekanan sosial, dan penyesalan yang tak bisa diperbaiki. Sebuah cerita yang akan membuatmu berpikir, “Bagaimana jika aku ada di posisi Hani?”







Ulasan
Belum ada ulasan.