Dari sekian panjang perjalanan dalam hidupnya, Amelia harus terdampar pada kenyataan yang membuatnya hampir hilang seluruh kehidupannya — yang tiba-tiba kehilangan orang yang telah lama ia temani sejak masa sekolah. Ia ditinggalkan begitu saja oleh kekasihnya yang membuatnya kehilangan alasan untuk kembali ceria. Celakanya ia juga harus terlibat dalam petaka yang membuatnya harus kehilangan seluruh ingatan di masa lalu.
Di lain sisi Bagas dengan segala beban yang harus ia pikul di pundaknya dipaksa menerima bahwa pahitnya kenyataan yang membuat semua waktu, tenaga hingga perasaan yang ia curahkan hanya dapat dihargai dengan rasa yang berwujud sepi.
“Sejak awal perjumpaan itu, aku telah salah meletakkan rasa. Naifnya, mereka membuat itu seolah sama. Aku telah salah mengartikan rasa”







Ulasan
Belum ada ulasan.