Narendra Kusuma, anak sulung yang selalu menjadi kebanggaan keluarga, kehilangan segalanya dalam sekejap. Ketika ayahnya tewas saat mencoba menyelamatkan adiknya dari tawuran, hidup Rendra berubah selamanya. Sang ibu, yang dulu penuh kasih sayang, kini melihatnya sebagai penyebab kehancuran keluarga.
Dihimpit ketidakadilan, Rendra tak hanya kehilangan kasih sayang ibunya, tetapi juga haknya untuk bermimpi. Dilarang kuliah, dijadikan pesuruh di rumah sendiri, hingga difitnah oleh orang kepercayaan ibunya. Semua derita itu ia telan dalam diam. Bahkan setelah diusir tanpa ampun, ia tetap menyimpan harapan bahwa suatu hari, ibunya akan memaafkannya dan menyadari jika kematian ayahnya bukanlah kesalahannya.
Namun, takdir memiliki cara sendiri untuk mengungkap kebenaran. Saat Rendra divonis mengidap leukemia dan hidupnya hanya tersisa hitungan bulan, sang ibu dihadapkan pada kenyataan pahit. Kebenciannya telah merampas waktu yang berharga bersama putranya. Di ambang maut, Rendra hanya menginginkan satu hal—kata maaf yang selama ini tidak pernah diberikan oleh sang ibu.
Sebuah kisah menyentuh tentang cinta, penyesalan, dan kesempatan kedua yang datang terlambat.







Ulasan
Belum ada ulasan.