Wiwik, seorang gadis yang masih berada di usia remaja, harus menghadapi kenyataan pahit ketika divonis mengidap kanker payudara stadium akhir. Di saat teman-temannya menikmati masa muda, hari-harinya justru dipenuhi kemoterapi, radiasi, dan rasa sakit yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.
Meski tubuhnya rapuh dan langkahnya terasa berat, di sela-sela perjuangan itu tetap ada cahaya kecil yang ia genggam: harapan. Harapan untuk sembuh, untuk menjalani hidup yang lebih panjang, dan untuk melihat masa depan yang sempat terasa mustahil.
“Setetes Harapan di Ujung Jalan” adalah kisah tentang perjuangan, kehilangan masa remaja, dan keteguhan hati menghadapi hidup yang tidak selalu ramah—sebuah pertaruhan antara rasa sakit dan keajaiban yang mungkin sedang menunggu di ujung jalan.







Ulasan
Belum ada ulasan.